Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia terlihat lebih berbeda dari hari-hari sebelumnya banyak hiasan dan panggung sudah di pasang di sepanjang jalan utama Jl.Slamet Riyadi.Nuansa etnik dengan beraneka hiasan lampu ting dan gerabah serta bambu,gamelan sudah dipasang digabung dengan nuansa modern kursi, sound system,mobil...
Solo, Central Java, Indonesia looked more different from the previous days it had a lot of decoration and stage in pairs along the main street of Jl.Slamet Riyadi.Nuansa, the ethnic nuance with hang lamps and pottery decoration lamps and bamboos, gamelan (traditional Javanese music) already installed combined with the modern feel of the chair , sound system, cars ...
Solo Batik Carnival IV diadakan pada malam hari tidak seperti taon lalu yang diadakan pada sore hari. Hotel-hotel yang berada di Solo juga berlomba dengan paket hemat menyambut Solo Batik Carnival....
Solo Batik Carnival IV held in the evening, it wasn't like last year, then in the afternoon. Hotels in Solo is also competing with saving package welcomed the Solo Batik Carnival ....
Tahun ini 2011 bulan Juli 25 , bertemakan " Amazing Legend " yang bernuansa emas penuh dengan keagungan dan kemewahan yang diikuti oleh 600 peserta.
* Legenda ande-ande lumut : diikuti oleh anak-anak dengan kostum :kleting merah,kleting hijau,kleting
kuning dan yuyu kangkangnya (kepiting merah).
* Legenda Roro jongrang : diikuti oleh orang dewasa yang menggunakan kostum raja,peri dan buto.
* Legenda Kencana Ungu : diikuti oleh orang dewasa yang menggunakan kostum unggu.
* Legenda Ratu Pantai Selatan : diikuti oleh orang dewasa yang menggunakan kostum hijau...
Showing posts with label My Indo. Show all posts
Showing posts with label My Indo. Show all posts
Wednesday, July 13, 2011
Monday, May 30, 2011
Car Free Day in Solo-Central Java
These are some pictures of 1st anniversary Car Free Day (CFD) in my hometown, Solo, Central Java, Indonesia. CFD is a program created by City Government of Solo. They closed the main street (known as Jalan Slamet Riyadi) every Sunday for car or motorcycle hope to reduce gas emision.
People were wearing Batik (the traditional clothes of Indonesia) to celebrate the anniversary.
The official house of the Major of Solo City
called 'Loji Gandrung'
All the photos courtesy by Ms Scolastika Dhanudharma, mom of
two boys lives in Solo City.
Friday, January 7, 2011
My Trip To Baduy
Lovingly posted by Rania Moda, mom to two boys, Dian and Alvin.
Sudah lama aku memendam keinginanku untuk mengunjungi Kampung Baduy. Suku Baduy adalah suatu komunitas penduduk yang tinggal di pedalaman Banten yang masih mempertahankan adat istiadatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka hidup hanya bergantung kepada Alam sepenuhnya, tidak menggunakan alat alat modern untuk mempermudah kehidupan. Pucuk dicinta ulam tiba....di Milis tiba tiba ada anggota yang nulis capernya (Catatan Perjalanan) ke Baduy. Langsung deh...japri ke penulis....n nanya....kapan nih ke Baduy lagi...aku gabung yaa......(sok akrab....padahal belum kenal...hehehehehe). Singkat cerita....akhirnya tiba juga saatnya kita pergi ke Baduy, ada sekitar 20 anggota yang mempunyai minat yang sama berjibaku trekking ke Baduy...uniknya...diantara kami belum pernah ada yang ketemu sebelumnya...bener-bener baru pertama kali kopdar.....(gaya anak muda sekarang...kenal cuma di milis....hebatnya internet yaa..!).
I've been wanting to visit a Baduy (Bedouin) village. Baduy tribe is a community of people living in rural Banten still maintain the customs and traditions since hundreds of years ago. They live depends only on the fully Nature, do not use modern equipments to simplify life. My dream looked like would come true when I saw someone at the Mailing List members who wrote a journey to the Baduy. I right away wrote to author .... asking .... when is the next trip to Baduy again..? ... I'd like to join......( tried to talk as a close friend, infact I don't know anything about this person ... hehehehehe). Long story short .... the time was finally arrived. We went to the Baduy Village, there were about 20 members who have similar interests roll up the sleeves did trek to Baduy... uniquely ... among us have never met anyone previously ... it's really cyber friends-meeting-in person .....( it's the young style now in the 21st century known only in the mailing list, I think internet is great).
Friday, December 31, 2010
Malam Tahun Baru - New Year's Eve
![]() |
| kembang api di Manado, Sulawesi Utara Fireworks in Manado, North Sulawesi,Indonesia Photo Courtesy of Kompas.com |
Pagi ini sangat sangat dingin 19F( sekitar -7C) dan menjelang siang naik jadi 27F (-2C),..udara bener bener 'frosty air'...salju tipis yang turun kemaren belum meleleh semua, saking dingin-nya temperature, tapi matahari bersinar cerah ceria bahkan sangat silau. Hari terakhir di tahun 2010, meskipun waktu nulis ini, banyak bagian laen di dunia sudah berpesta kembang api, semua sudah 'say' Happy New Year, sedang waktu aku nulis ini baru jam 1:25 siang tgl 31,...emang tinggal di bagian Pantai Barat Amerika, membuat kita jadi yang terakhir memasuki Tahun Baru. Banyak 'status' di Facebook yang udah 'meriah' menulis Happy New Year...dan semua harapan yang kita harapkan tentunya.
Tuesday, June 29, 2010
SOLO BATIK CARNIVAL 3


Kula Nuwun,
Sugeng Rawuh ing kutha Surakarta Hadiningrat,
Sugeng Rawuh ing kutha Surakarta Hadiningrat,
for English version read below
Posted by 'Loyalia' (mom of two little girls, Central Java, Indonesia)
Kata sambutan hangat yang menyambut para undangan yang terdiri dari bapak Walikota Solo dan para pejabat Negara serta tamu undangan dari beberapa Negara Asia memenuhi arena pertunjukan seolah kita dibawa pada jaman Kerajaan Majapahit dan Mataram. Dengan busana adat Jawa lengkap dengan beskap, blangkon dan selop. Tidak lupa para pagar ayu berdandan cantik lengkap dengan busana adat Jawa dengan kemben batik sabuk wala yang tidak kalah menariknya ikut berbaris rapi dengan lemah gemulai tangan dan jari mereka seakan mengundang para tamu saling berdecak kagum.
Posted by 'Loyalia' (mom of two little girls, Central Java, Indonesia)
Kata sambutan hangat yang menyambut para undangan yang terdiri dari bapak Walikota Solo dan para pejabat Negara serta tamu undangan dari beberapa Negara Asia memenuhi arena pertunjukan seolah kita dibawa pada jaman Kerajaan Majapahit dan Mataram. Dengan busana adat Jawa lengkap dengan beskap, blangkon dan selop. Tidak lupa para pagar ayu berdandan cantik lengkap dengan busana adat Jawa dengan kemben batik sabuk wala yang tidak kalah menariknya ikut berbaris rapi dengan lemah gemulai tangan dan jari mereka seakan mengundang para tamu saling berdecak kagum.
Subscribe to:
Posts (Atom)







